VPS HOSTING
VPS HOSTING

E-Konseling Center Online Dengan Codeigniter

  • Bagikan
E-Konseling Center Online Dengan Codeigniter ekonseling

E-Konseling merupakan sebuah proses bantuan yang dilakukan seorang konselor kepada konseli untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami konseli dan agar konseli dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan. Proses bantuan ini dapat juga disebut proses psikologis yang dapat dilakukan dalam setting kelompok maupun individu.

Pelaksanaan proses E-Konseling terdapat beberapa tahapan. Pada pelaksanaan E-Konseling ini juga terdapat beberapa tahap yang tidak jauh berbeda dengan proses E-Konseling pada umumnya. Dalam pelaksanaannya online counselling meliputi tiga tahapan, yaitu tahap I atau persiapan, tahap II atau proses E-Konseling, dan terakhir tahap III atau pasca E-Konseling. Begitu juga dengan E-Konseling pastinya tidak berbeda jauh prosesnya dengan konseling pada umumnya dan juga online E-Konseling.

E-Konseling Center Online Dengan Codeigniter ekonseling2

Kelebihan E-Konseling

  1. Layanan dapat dilakukan di luar jam sekolah.
  2. Efisien waktu karena dapat dilakukan walaupun konselor dan konseli tidak bertemu secara langsung.
  3. Efisien secara finansial dikarenakan jika antara konselor dan konseli terpisah jarak yang jauh.
  4. Dapat meningkatkan pemahaman konselor dan konseli tentang perkembangan IT.
  5. Sekolah atau perguruan tinggi yang sudah dapat menjalankan E-Konseling tentunya instansi tersebut telah memiliki nilai jual dan kualitas yang tinggi dan dapat dikenal masyarakat luas.
  6. Dapat memacu konselor dan konseli untuk selalu mempelajari perkembangan IT.

Kekurangan E-Konseling

  1. Biaya awal yang cukup besar untuk mempersiapkan pembelian hardware seperti komputer, layanan internet, dll.
  2. Terbatasnya kemampuan konselor dan konseli tentang pemahaman perkembangan IT.
  3. Bagus dan tidaknya sinyal untuk hubungan jarak jauh sangat mempengaruhi proses E-Konseling.
  4. Keikhlasan konselor untuk memberikan layanan secara non formal.
  5. Sulit menangkap ekspresi emosional non verbal konseli.
  6. Pemantauan treatment didasarkan pada informasi konseli saja.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *