6 Ciri Flowchart yang Baik Dalam Sistem Informasi

  • Bagikan
6 Ciri Flowchart yang Baik Dalam Sistem Informasi Ciri Flowchart Yang Baik

Untuk kamu yang ingin menjadi seorang programmer atau ingin membuat sebuah aplikasi maupun software, apakah kamu sudah membayangkan seperti apa program yang akan kamu buat?

Nah, di dalam sistem informasi, ada sebuah metode untuk dapat menggambarkan alur perjalanan sebuah aplikasi maupun software yang akan dibuat. Metode tersebut bernama flowchart.

Untuk membuat sebuah flowchart tidak bisa dilakukan sembarangan loh. Harus ada aturan-aturan yang digunakan agar sebuah flowchart dapat dibuat dengan baik untuk mengetahuinya, berikut 6 ciri flowchart yang baik dalam sistem informasi:

1. Flowchart Harus Dibuat Dari Atas-Bawah Dan Kiri-Kanan

Aturan pertama dalam pembuatan flowchart harus dibuat menggunakan dua arah. Arah pertama dari atas ke bawah dan arah kedua adalah dari kiri kanan, kita tidak bisa asal dalam menentukan arah.

Contohnya seperti dari bawah ke atas, kiri ke kanan atau bahkan diagonal. Alasan pertama kenapa haru melakukan arah seperti itu untuk dapat lebih memudahkan pembaca untuk mendapatkan gambaran sistem yang diinginkan.

Baca juga:  5 Bahasa Pemrograman Super Aneh Yang Bikin Geleng Kepala

2. Aktivitas Yang Akan Dijelaskan Harus Jelas

Aturan yang kedua adalah aktivitas yang terjadi di dalam sistem tersebut harus jelas dan juga harus jelas dimengerti oleh user maupun pembacanya. Oleh sebab itu, di dalam pembuatan flowchart, sang pembuatnya harus memberi keterangan dengan hati-hati serta pemilihan kata-kata yang tepat.

Jangan sampai pembaca akan bertanya-tanya lagi mengenai flowchart yang sudah dibuat. Maka dari itu, langkah lebih baik jika keterangan yang dipakai harus singkat, padat dan jelas.

3. Harus Jelas Bagian Awal Dan Akhirnya

Seperti hanya di dalam pembuatan musik, film atau acara-acara lainnya. Di dalam flowchart pun harus jelas bagian mana opening dan endingnya atau bagian awal dan akhirnya. Biasanya awal-akhir ini dilakukan pada bagian awal diagram dan akhir diagram.

Baca juga:  Download Script Web Portal Berita Swarakalibata Codeigniter

Namun hal tersebut mungkin saja berbeda sebab setiap programmer memiliki konsep sistem masing-masing.

4. Urutan Langkah Harus Tepat

Sama halnya dengan poin kedua, urutan langkah yang dijabarkan harus jelas. Selain itu jika melakukan penomoran, maka deskripsi penomoran tersebut harus sinkron atau sama dengan diagram yang disajikan.

Jangan sampai ada nomor dan deskripsi yang tertukar. Selain akan sangat memusingkan pembaca, hal tersebut juga dapat membuat kekacauan dalam alur yang sudah dibuat.

5. Gunakan Simbol-Simbol Flowchart Yang Sudah Diterapkan

Nah, satu hal yang penting saat pembuatan flowchart adalah penggunaan simbol-simbolnya. Untuk kamu yang masih awam dalam hal pembuatan flowchart, jangan sampai kamu membuat simbol-simbol sendiri saat membuat flowchart.

Pada dasarnya simbol-simbol flowchart sudah ada standarnya dan kita hanya menggunakannya saja sesuai dengan kebutuhan. Kamu dapat mempelajarinya simbol-simbol yang digunakan pada flowchart dengan melihat contoh flowchart program yang tersebar di berbagai sumber.

Baca juga:  Fakta Unik Seorang Programmer

6. Perhatikan Bagian Percabangannya

Rumit atau tidaknya suatu aplikasi atau software yang akan dibangun sangat tergantung pada flowchart yang akan dibuat. Apabila flowchart memiliki deskripsi dan alur yang singkat, maka aplikasi atau software yang dibuat pun bisa sederhana.

Sebaliknya, jika flowchart yang dibuat memiliki alur yang panjang, maka pembuatan aplikasi maupun software yang dibuat bisa lebih kompleks. Nah, ketika akan membuat percabangan dari jalur yang dibuat lebih baik terpisah-pisah.

Contohnya flowchart pertama lebih fokus ke cara daftar user, lalu flowchart kedua lebih fokus pada cara mengisi biodata user dan seterusnya. Hal tersebut bertujuan untuk lebih memperjelas sistem yang akan dibuat jika alurnya sangat panjang.

  • Bagikan