Kemajuan Terbaru Dalam Perlindungan Kabel Bawah Laut

  • Bagikan
Kemajuan Terbaru Dalam Perlindungan Kabel Bawah Laut fiber optik
Designed by Freepik

Meskipun tersembunyi jauh di dalam laut dan tidak terlihat oleh kita, kabel bawah laut ternyata sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Kabel bawah laut membawa 99 persen dari semua komunikasi antarbenua, yang berarti bahwa komunikasi bisnis dan pribadi, serta transaksi keuangan, sangat bergantung pada efisiensinya.

Submarine cable atau kabel bawah laut merupakan backbone dari jaringan komunikasi yang menghubungkan seluruh belahan dunia. Kabel bawah laut tersebut membawa trafik dari voice hingga data. Kabel yang digunakan adalah berupa fiber optik yang dapat memberikan kecepatan transfer data total mencapai 40 Gbps – 10 Tbps.

Saat ini dikembangkan kabel fiber optik dari bahan graphene yang dapat memberikan kecepatan transfer data lebih tinggi lagi mencapai petabit atau exa bit per sekon. Kabel fiber optik yang ditenggelamkan di bawah laut tersebut memiliki beberapa lapisan untuk melindungi fiber optik yang rapuh dari ancaman kerusakan. Hal ini menyebabkan bobot kabel per meter mencapai 10 kg.

Kemajuan Terbaru Dalam Perlindungan Kabel Bawah Laut fiber optic submarine cable
dok. windsystemag

Cara yang digunakan untuk membawa kabel ini ke kedalaman tertentu di bawah permukaan laut adalah menggunakan kapal khusus. Dengan demikian penanaman kabel bawah laut membutuhkan biaya yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Disamping itu, kabel juga dapat mengalami kerusakan akibat pukat ikan, jangkar, gempa bumi, arus laut, bahkan gigitan ikan hiu.

Namun demikian, sudah dikembangkan penanaman kabel di dasar laut yang dapat mengurangi resiko-resiko tersebut namun instalasinya lebih rumit.

Saat ini kabel bawah laut sudah mencakup hampir seluruh belahan bumi, kecuali daerah Antartika. Hal ini disebabkan oleh lapisan es yang tebal di atas permukaan laut Antartika serta suhu yang terlalu rendah dapat memberikan ancaman kerusakan yang lebih tinggi pada kabel tersebut.

Indonesia juga membangun jaringan kabel bawah laut melalui proyek Palapa Ring. Proyek ini dilaksanakan dengan pendanaan yang berasal dari dana USO (Universal Service Obligation) dari operator telekomunikasi dan penyelenggara ISP di Indonesia.

Jaringan Palapa Ring menghubungkan seluruh provinsi di Indonesia sehingga dapat mempercepat pertumbuhan sektor telekomunikasi khususnya di Indonesia bagian timur. Proyek ini dimulai sejak 2007.

  • Bagikan