Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea

  • Bagikan
Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea 3 Kerajaan Korea

Kalau mendengar tentang 3 kerajaan, apa yang ada di dalam pikiran kalian? Sebagian besar pasti berpikir 3 kerajaan Tiongkok yang didominasi oleh dinasti Wei, Wu, Shu beserta kisah kisahnya yang telah diadaptasi ke dalam novel “Romance of Three Kingdoms” yang diadopsi ke dalam game game populer seperti serial Dynasty Warrior.

Tapi, tahukah kalian kalau sebenarnya era 3 kerajaan bukan hanya ada di Tiongkok? Korea pernah berada dalam periode dimana 3 kerajaan saling bersaing untuk mempersatukan Semenanjung Korea dibawah satu kekuatan? Kira kira kerajaan apa saja yang terlibat di dalamnya dan bagai manakah kisahnya?

Berikut ini beberapa kisah tentang 3 kerajaan Korea yang dihimpun berbagai sumber.

1. Kerajaan Goguryeo

Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea History of Korea
gambar: wikimedia.org

Kerajaan Gogureyo merupakan kerajaan yang terletak di wilayah utara semenajung Korea hingga daerah Manchuria. Dikatakan juga bahwa Gogureyo merupakan kerajaan yang paling maju di bandingkan kerajaan lainnya karena memiliki perbatasan dengan wilayah Tiongkok serta pernah dipimpin oleh raja-raja hebat seperti Gwanggaeto yang Agung dan Raja Jangsu.

Baca juga:  Danau Natron, Salah Satu Danau Berbahaya Di Dunia

2. Kerajaan Baekje

Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea Baekje Cultural Land
gambar: wikimedia.org

Kerajaan Baekje adalah kerajaan yang berdiri karena berhasil menyatukan 54 anggota konfederasi mahan di bawah kekuasaannya. Terletak di wilayah barat semenanjung korea, dikatakan Baekje memiliki kekuatan maritim yang kuat dan perkembangan kebudayaan yang cukup maju. Baekje pun pernah dipimpin oleh Geunchogo, pemimpin yang berhasil membangun militer Baekje.

3. Kerajaan Silla

Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea Mishil dan Hwarang

Terletak di Timur dan Tenggara Semenanjung Korea dan merupakan kerajaan yang paling terakhir didirikan dalam era tiga kerajaan Korea. Memiliki wilayah yang paling kecil dan pasukan yang cukup lemah, namun memiliki tokoh-tokoh yang kuat dalam kegiatan diplomasi dan negosiasi dengan berbagai kerajaan.

Hal ini pun berhasil membuat Silla mengalahkan konfederasi Gaya dan menjadi ancaman bagi Goguryeo dan Baekje. Kemampuan diplomasi kerajaan Silla dimanfaatkan dengan baik dengan melakukan aliansi dengan Dinasti Tang di Tiongkok.

Baca juga:  Presiden Pertama Indonesia Alumni Dari Kampus Mana Ya?

Hal ini membuat Goguryeo dan Baekje memutuskan untuk beraliansi melawan kekuatan baru. Namun hal tersebut tidak berhasil membendung kekuatan gabungan Silla dan Dinasti Tang yang dimana Baekje harus runtuh pada 660 dan Goguryeo dikalahkan oleh Dinasti Tang pada 660 dan itu membuat Semenanjung Korea terbagi antara Dinasti Tang dan Silla.

Perpecahan Aliansi

Setelah mengalahkan 2 kerajaan Goguryeo dan Baekje. Dinasti Tang mendapatkan wilayah dari Goguryeo, sebagian wilayah Baekje dan Silla ternyata hanya mendapat sebagian saja. Hal ini membuat Silla memutuskan untuk menyerang kedudukan Dinasti Tang di bekas wilayah Baekje dan berusaha mengusirnya dari wilayah Semenanjung Korea dan upaya tersebut pun ternyata berhasil serta membuat Dinasti Tang keluar dari Semenanjung Korea pada 676.

Baca juga:  5 Tokoh Dibalik Majunya Perfilman Indonesia

Kerajaan Balhae

Kerajaan Balhae didirikan oleh para pengungsi dari kerajaan Goguryeo yang tersebar di wilayah bekas kerajaan dan Manchuria. Wilayah yang saat itu dikuasai oleh Dinasti Tang, berhasil dikalahkan oleh Dae Joyeong yang memimpin pasukan pengungsi di Tianmen Ling dan mendirikan Kerajaan Balhae serta mengambil beberapa wilayah bekas Goguryeo di Semenanjung Korea. Kemenangan Balhae dan terusirnya Dinasti Tang membuat Korea memasuki periode baru.

Kerajaan Goryeo

Mengenal Kisah Tentang 3 Kerajaan Korea gyeongbok

Keberadaan kerajaan Balhae dan Silla yang membagi korea menjadi 2 kerajaan besar ternyata membuat mereka memasuki masa damai. Masalah muncul setelah Kerajaan Balhae berhasil dianeksasi oleh kaum Khitan yang dijadikan negara boneka.

Namun Wang Geon berhasil membangun pemberontakan membangkitkan kerajaan Goguryeo menjadi Goryeo pada 918 dan menguasai Silla secara diplomasi pada 935 serta mempersatukan Semenanjung Korea pada 993.

  • Bagikan