Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Content Writer dan Copywriter

  • Bagikan
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Content Writer dan Copywriter Content Writer
Foto : Freepik

Kini mencari cuan di bidang kepenulisan sangat menjanjikan. Tidak hanya menjadi penulis buku dan novel saja, ada juga profesi seperti content writer dan copywriter. Bagi kamu yang memiliki kemampuan menulis yang baik, ini menjadi peluang emas karena profesi ini sedang banyak dicari oleh perusahaan, baik itu korporat maupun industri kreatif.

Serupa tapi tak sama, meski sama-sama di dunia tulis-menulis, ternyata content writer dan copywriter adalah dua profesi yang berbeda. Apa saja perbedaannya?

1. Tugas atau job desc yang berbeda

Tugas utama seorang content writer adalah menulis konten artikel untuk kebutuhan blog atau web portal. Sebelum menulis, biasanya mereka akan mempertimbangkan penggunaan tema atau keywords (kata kunci) untuk SEO atau Search Engine Optimization. Ini bertujuan agar artikel yang dibuat bisa lebih relevan dan lebih mudah ditemukan oleh target audience.

Baca juga:  Content Creator Wajib Tahu! 3 Cara Hasilkan Duit Mudah Dan Cepat

Content writer juga berperan dalam marketing di sebuah perusahaan, yang bertujuan agar website dan produk yang ditawarkan bisa mudah ditemukan di search engine seperti Google.

Berbeda dengan copywriter yang bertugas untuk menulis untuk keperluan pemasaran atau mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Mereka membuat sebuah tulisan yang bisa membuat orang percaya dan tertarik terhadap apa yang ditawarkan.

Tulisan dari content writer cenderung lebih informatif, sedangkan seorang copywriter menulis dengan lebih persuasif.

2. Tujuan penulisan

Tugas kedua profesi ini juga berbeda. Content writer membuat artikel yang bersifat informatif, edukatif, menarik, dan bisa engaging agar pembaca betah berlama-lama di website.

Jika berhubungan dengan marketing, artikel yang dihasilkan lebih ke soft selling. Diharapkan beberapa dari pembaca artikel tergerak untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan di website tersebut.

Baca juga:  5 Cara Cek Plagiarisme Untuk Jaga Kualitas Konten Anda

Sedangkan copywriter memiliki tugas yang berkaitan dengan promosi dan jualan, sehingga mereka bertugas membuat tulisan yang bersifat komersial, yang bisa membuat pembaca tergugah hatinya dan tertarik melakukan tindakan pembelian atau mengikuti campaign yang ditawarkan oleh perusahaan.

Dalam pemasaran, content writer biasanya bertujuan untuk membangun awareness dan interest melalui tulisan-tulisannya. Sedangkan copywriter bertujuan untuk meningkatkan desire dan action untuk melakukan pembelian.

3. Gaya penulisan

Gaya tulisan dalam content writing cenderung panjang dan detail, minimal 500 kata, dan menggunakan kaidah penulisan jurnalistik. Sedangkan untuk tulisan copywriting biasanya lebih pendek namun mengena, dengan ciri khas berupa slogan, tagline, dan headline. Meski begitu, mereka harus sama-sama berwawasan luas, kreatif dan mampu menyunting tulisan agar enak dibaca

Baca juga:  Tips Menjadi Content Writer Pro

4. Media yang digunakan

Umumnya, tulisan yang dihasilkan oleh content writer dipublikasikan ke dalam media seperti web atau blog. Sedangkan tulisan yang dibuat oleh copywriter dimuat pada media seperti website/landing page, keperluan promosi bisnis (poster, web banner, billboard, social media campaign, social media ads), dan lain-lainnya.

Itulah tadi beberapa perbedaan antara content writer dan copywriter, udah tahu kan? Bagi kamu yang tertarik berkarir di profesi ini, jangan ragu karena memang lagi dibutuhin banget oleh industri kreatif dan digital marketing, lho.

Profesi ini bisa dilakukan oleh siapa saja, dan dengan dari latar belakang pendidikan apa saja. Kamu hanya perlu suka menulis, dan konsisten untuk mengembangkan karier serta meningkatkan kualitas konten agar bisa menjadi content writer atau copywriter yang handal!

  • Bagikan